Custom Search
Home » , » Mengobati/Penularan/Ciri Demodex Kudis Pada Anjing

Mengobati/Penularan/Ciri Demodex Kudis Pada Anjing

Written By Wulanto Burhan on Friday, December 28, 2012 | 8:23:00 PM

Mengobati Demodex Kudis Pada Anjing | Penyakit Anjing. Kudis Demodex merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yang sering menyerang anjing muda. Demodec ini biasa juga disebut penyakit kurap folikular. Hal yang paling mengejutkan adalah bahwa tungau demodec ini terdapat pada hampir semua anjing dewasa termasuk manusia, tanpa menimbulkan kerusakan atau iritasi. Ukuran tungau demodec berukuran sekitar 0,25 mm, merupakan tungau kecil yang terlihat seperti buaya jika dilihat dibawah mikroskop, tungau tersebut hidup dalam folikel rambut tepatnya di pori-pori dalam kulit yang ada bulu/rambutnya. Sedangkan pada manusia, tungau biasanya ditemukan pada kulit, kelopak mata, dan lipatan hidung.
Kudis Demodek Anjing
Munculnya demodec pada anjing sangat erat hubungannya dengan penurunan sistem kekebalan. Penyakit kulit demodec ini bukanlah berhubungan dengan situasi kandang yang kotor, namun lebih dikarenakan kondisi anjing muda yang memiliki daya tahan kekebalan yang rendah atau tidak berkembang, atau bisa juga menyerang anjing tua yang menderita immunosupresif / kekebalan tubuh yang tertekan. 

Bagaimana siklus hidup demodex pada anjing?
Tungau demodectic menghabiskan seluruh hidupnya pada anjing. Telur demodex yang ada di anjing yang hamil akan menetas, dan kemudian matang dari larva ke nimfa menuju dewasa. Siklus hidup demodex ini berkisar antara 20-35 hari.

Bagaimana cara penularan demodex pada anjing?
Tungau demodex ditularkan secara kontak langsung dari induk ke anak anjing dalam minggu pertama kehidupannya. kontak langsung artinya, induk dan anak anjing bersentuhan secara fisik kemudian terjadi perpindahan tungau dari induk ke anak anjing.
Lesi/keropeng kudis demodec biasanya muncul pertama kali di sekitar kepala anjing, karena daerah tersebut merupakan daerah yang sering kontak dengan induknya. Kebanyakan anak anjing kebal terhadap efek tungau tersebut dan tidak menunjukkan tanda-tanda klinis atau lesi/keropeng pada kulit, namun pada beberapa anak anjing tidak kebal sehingga munculah kasus domodecosis atau kudis pada anjing.
Bagaimana tanda-tanda klinis kudis demodex pada anjing?
Anjing yang peka dan rentan terhadap tungau demodec akan menunjukan kira-kira 5 lesi yang terisolasi atau dapat pula menjalar ke seluruh tubuh anjing. Kebanyakan lesi atau keropeng akan berkembang menjadi parah setelah empat bulan.
Lesi dan tanda-tanda kudis demodex pada anjing biasanya ditunjukkan dengan bulu anjing yang rontok, berkerak, kulit merah, dan bulu berminyak atau lembab. Tungau demodeks tersebut hidup di folikel bulu/rambut, sehingga dalam banyak kasus, rambut rontok adalah tanda-tanda atau ciri-ciri awal anjing terserang demodex. Biasanya juga, rambut rontok dimulai di sekitar moncong anjing, daerah sekitar mata, perut anjing dan daerah lain di kepala. Lesi/keropeng bisa gatal bisa juga tidak gatal.
Pada kudis/domodex lokal, bulu akan rontok dan berkerak dengan jalur melingkar dan sering terjadi pada daerah kepala dan kaki depan anjing muda umur 3-6 bulan. Sebagian anak anjing sembuh dengan sendirinya dengan membentuk kekebalan, namun ada sebagian pula yang tidak sembuh karena tidak optimalnya sistem kekebalan anak anjing tersebut. Keropeng yang persisten dibutuhkan pengobatan lebih lanjut, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi sekunder karena bakteri. 

Cara mendiagnosis Domodex pada anjing?
Adanya dugaan terjadinya penyakit demodex maka yang harus dilakukan adalah pengambilan spesimen melalui Scraping kulit atau biopsi, dalam hal ini, tungau dapat dilihat dengan bantuan mikroskop dan berbentuk seperti buaya. 


Jika ada anjing tua yang didiagnosis kudis demodec, maka harus diskrining terlebih dahulu untuk melihat adanya penyakit tertentu lainnya seperti penyakit hipotiroidisme, kanker, dan penyakit heartworm atau cacing jantung. Dengan adanya sejarah Gizi yang buruk dan riwayat pengobatan dengan kortikosteroid atau obat penekan kekebalan maka terjadinya demodex pada anjing menjadi semakin besar kemungkinannya.

Bagaimana Perawatan Kudis Demodec Pada Anjing? 
Pengobatan dan perawatan kudis Demodec biasanya dilakukan dengan obat secara topikal (pada kulit) kadang-kadang obat oral pun dapat juga digunakan atau dikombinasikan dengan obat topikal. Pada kejadian atau kasus kudis demodec lokal biasanya tidak perlu diobati, karena akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya umur anjing dan meningkatnya kekebalan tubuh anjing tersebut. Namun jika penyakit demodex tersebut meluas dan berkembang menjadi parah maka perlu mendapat pengobatan dengan obat perendaman/pemandian dengan Amitraz selama kurang lebih dua minggu. 
Amitraz adalah senyawa organofosfat, pemakaian untuk pengobatan haruslah berhati-hati karena bisa menyebabkan keracunan pada manusia. Untuk aplikasi pengunaan amitraz ini harus mengunakan sarung tangan karet dan diruang terbuka agar baunya tidak mengumpul dalam ruangan dan menyebabkan pusing. 
Sebelum anjing dicelupkan/dimandikan dengan amitraz maka, anjing sebaiknya dimandikan dengan shampo benzoyl peroxide sehingga minyak di bulu dan kerak-kerak di kulit dapat dibersihkan. Tujuannya adalah agar amitraz langsung mengenai dan membunuh demodec tersebut. 
Pada kebanyakan kasus, anjing yang terserang kudis demodec membutuhkan antara 6 sampai 14 dips/perendaman dengan interval 2 minggu. Setelah tiga atau empat perendaman pertama, kita perlu menguji apakah tungau demodex telah hilang dengan cara mengorek/scrapping kulit. Perendaman harus terus dilakukan selama satu bulan walaupun hasil uji kulit tidak ditemukan tungau. Ini dilakukan agar tungau benar-benar hilang, dan tidak boleh dianggap sembuh selama satu tahun pertama. Jika ini diabaikan maka yang terjadi adalah adanya kekambuhan penyakit demodec dan akan lebih sulit lagi pengobatannya. 
Efek Samping Dari Obat Amitraz adalah pada beberapa anjing mengalami sedasi atau mual saat dicelupkan ke amitraz,  maka jalan keluarnya adalah dengan mengunakan dosis setengahnya pada hewan anjing yang sensitif pada amitraz. 
Ada pula beberapa anjing yang tidak merespon atau mengalami perubahan kesembuhan pada pengobatan ini amitraz, untuk itu yang perlu dilakukan adalah meningkatkan frekuensi dips/pencelupan/perendaman dan perlu dilakukan pengobatan tambahan atau dikombinasikan dengan obat pendukung lainnya. Contohnya obat ivermectine, namun perlu hati-hati pula dengan obat yang satu ini. Ivermectine tidak boleh digunakan pada anjing dengan jenis ras collie atau keturunannya. Mengapa....? jawababnya silahkan ada di Efek Samping Ivermectine.

Jika pernah diobati dengan perendaman amitraz namun tidak sembuh, maka ada obat lain yang dapat dijadikan pilihan pengobatan demodex yaitu Milbemycin oksim (Interceptor), pemberian obat ini setiap hari telah terbukti efektif hingga 80% tingkat kesembuhannya pada anjing.
Milbemycin oksim harus digunakan secara hati-hati pada anak anjing collie dan di anjing bawah umur 21 minggu.
Obat lain yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan demodec adalah Moxidectin, obat ini juga telah terbukti dapat menyembuhkan penyakit demodex.
Anjing yang menderita demodicosis biasanya mengalami infeksi kulit oleh kuman terutama bakteri, sehingga pemberian antibiotik dapat diberikan untuk beberapa minggu pertama pengobatan.
Dari pertama dijelaskan bahwa berkembang penyakit demodex pada anjing dikarenaka faktor sistem kekebalan yang menurun dan tertekan, maka kita harus memeriksa penyebab penyakit sistem kekebalan tubuh menurun, terutama jika penyakit demodec menyerang pada anjing tua dan berkemabang menjadi parah menjadi kudisan.
Demikian tentang penyakit pada anjing yang menjadi penyebab kudis akibat tungau demodec/demodex, berikut cara mengobati dan mencegah penularan penyakit demodek pada anjing kita, semoga bermanfaat.
Judul: Mengobati/Penularan/Ciri Demodex Kudis Pada Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 8:23:00 PM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger