Custom Search
Home » » Efektifitas Pengobatan Cacing Pada Anjing

Efektifitas Pengobatan Cacing Pada Anjing

Written By Wulanto Burhan on Tuesday, February 28, 2012 | 10:46:00 PM


Penyakit Cacingan pada anjing di Indonesia sudah menjadi hal biasa, hal ini disebabkan karena kondisi tanah, cuaca dan iklim yang cocok bagi perkembangan cacing di Indonesia ini. Dengan lingkungan yang sesuai tersebut cacing dapat berkembang biak dan ini tidak menutup kemungkinan dapat menginfeksi ke anjing kita. Derajat infeksi pada anjing sebenarnya ditentukan oleh jumlah cacing didalam tubuh anjing yang dipengaruhi oleh banyaknya telur cacing yang masuk didalam tubuh dan lamanya cacing tersebut menginfeksi.Sedangkan derajat infeksi cacing pada anjing bisa dibagi 2 yaitu ringan dan berat. Pada postingan terdahulu sudah saya jelaskan bahwa untuk mendeteksi adanya cacing didalam tubuh bisa dilihat dari gejala klinis ataupun bisa dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik dengan melihat sel telur. Pemeriksaan mikroskopik ini penting untuk melihat dan menentukan jenis cacing yang menginfeksi di dalam tubuh, sehingga kita dapat menentukan jenis obat yang harus diberikan. Sebagai informasi bahwa tidak semua jenis cacing akan mati oleh obat cacing yang telah terlanjur kita beli dipasaran, contohnya kita memberikan obat cacing piperazine untuk anjing yang terindikasi cacingan ternyata tanpa kita sadari bahwa cacing yang menginfeksi adalah cacing pita, maka yang terjadi adalah pengobatan yang sia-sia karena cacing tersebut tidak akan mati. Jadi dalam hal ini penting untuk mengetahui jenis cacing yang menginfeksi anjing kita untuk mencapai efektifitas pengobatan cacing pada anjing kita.
Berikut ini adalah jenis kandungan obat cacing yang banyak beredar dipasaran :
  1. Mebendazol,Tiabendazol, Albendazol : obat cacing sepektrum luas
  2. Piperazin, Dietilkarbamazin : cocok untuk cacing ancylostomiasis (cacing tambang), trongyloidiasis, oxyuriasis (cacing kremi), ascariasis (cacing gelang) dan trichuriasis (cacing cambuk)
  3. Pirantel, Oksantel: cocok untuk cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale), cacing gelang (Ascaris lumbrocoides), dan cacing kremi (Enterobius vermicularis)
  4. Levamisol: cocok untuk Haemonchus spp., Trichostrongylus spp., Osteragia spp., Cooperia spp., Nematodirus spp., Bunostomum spp., Oesophagostomum spp., Chabertia spp., and Dictyocaulus vivapurus
  5. Praziquantel : Dipylidium caninum, Echinococcus, Taenia, Mesocestoides
  6. Niklosamida : cocok untuk cacing pita (cestoda)
  7. Ivermectin : sepektrum luas termasuk ekto dan endoparasit. (jangan diberikan pada anjing colli)
Jadi kesimpulannya adalah periksakanlah jenis cacing yang menginfeksi anjing anda dengan cara mikroskopis untuk mengetahui jenis obat cacing yang harus diberikan.

Demikian obat -obat cacing yang cocok untuk anjing, semoga dapat bermanfaat.
Judul: Efektifitas Pengobatan Cacing Pada Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 10:46:00 PM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger