Custom Search
Home » » Penanganan Luka Akibat Gigitan Anjing

Penanganan Luka Akibat Gigitan Anjing

Written By Wulanto Burhan on Monday, June 4, 2012 | 9:07:00 PM

Setiap ada kasus gigitan anjing pada manusia harus diasumsikan dengan penyakit rabies, walaupun tidak semua anjing mengandung virus tersebut, sehingga penanganan luka akibat gigitan anjing harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin. Usaha yang paling tepat adalah segera mencuci luka gigitan dengan air bersih yang mengalir dengan sabun atau deterjen selama 10-15 menit, kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain). Hal ini dilakukan untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan Hewan Penderita Rabies (HPR).
Anjing Penderita Rabies

Meskipun pencucian luka menurut keterangan penderita sudah dilakukan namun di Puskesmas Pembantu/Puskesmas/Rumah Sakit harus dilakukan kembali seperti di atas. Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi. Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitannya jahitan situasi), maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis, yang disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikan secara intra muskuler. Disamping itu harus dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian serum/ vaksin anti tetanus, anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik.

PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES

Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR) disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini.

a. Anamnesis :

  1. - Kontak / jilatan / gigitan
  2. - Kejadian didaerah tertular / terancam / bebas
  3. - Didahului tindakan provokatif / tidak
  4. - Hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies
  5. - Hewan yang menggigit hilang, lari dan tidak dapat di tangkap atau dibunuh dan dibuat.
  6. - Hewan yang menggigit mati, tapi masih diragukan menderita rabies.
  7. - Penderita luka gigitan pernah di VAR dan kapan?
  8. - Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan?

b. Pemeriksaan Fisik

  1. - Identifikasi luka gigitan (status lokalis).

c. Lain – lain

  1. - Temuan pada waktu observasi hewan
  2. - Hasil pemeriksaan spesimen dari hewan
  3. - Petunjuk WHO

Luka Tidak Berbahaya
Bila ada indikasi pengobatan Pasteur, maka terhadap luka resiko rendah diberi VAR saja. Yang termasuk luka yang tidak berbahaya adalah jilatan pada kulit luka, garukan atau lecet (erosi, ekskoriasi), luka kecil disekitar tangan, badan dan kaki. Terhadap luka resiko tinggi, selain VAR juga diberi SAR. 

Luka Gigitan Yang Berbahaya
Yang termasuk luka gigitan anjing berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa, luka diatas daerah bahu (muka, kepala, leher), luka pada jari tangan/kaki, genetalia, luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multipel). Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka/hewan rabies atau penderita rabies), tetapi tidak ada luka, kontak tak langsung, tidak ada kontak, maka tidak PERLU diberikan pengobatan VAR maupun SAR. Sedangkan apabila kontak dengan air luir pada kulit luka yang tidak berbahaya, maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR dan SAR apabila kontak dengan air liur pada luka gigitan anjing yang berbahaya.


Judul: Penanganan Luka Akibat Gigitan Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 9:07:00 PM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger