Custom Search
Home » » Mengenal Cacing Jantung Pada Anjing

Mengenal Cacing Jantung Pada Anjing

Written By Wulanto Burhan on Saturday, May 26, 2012 | 6:44:00 PM

Untuk mengenal cacing jantung pada anjing maka perlu kita ketahui dahulu penyebabnya. Cacing jantung pada anjing disebabkan oleh dirofilaria immitis, cacing ini merupakan jenis cacing nematoda Filaria. Dirofilaria immitis dikenal juga sebagai Filaria sanguinis atau Dirofilaria lousianensis, merupakan suatu cacing dari genus Dirofilaria penyebab Canine Heartworm Disease (CHD) pada anjing. Cacing dewasa ini umumnya terdapat pada anjing hampir di seluruh dunia, khususnya di daerah subtropis dan tropis termasuk di Indonesia. Infeksi alami pada anjing sehat diawali oleh gigitan nyamuk Anopheles dan Culex yang membawa larva microfilaria infektif stadium 3 (L3). Larva tersebut kemudian berkembang di dalam jaringan subkutan dan fasia intramuskuler penderita selama kurang lebih 2 bulan kemudian menjadi bentuk “immature” dan mulai migrasi ke ventrikel kanan jantung dan arteri pulmonalis. Pematangan atau maturitas cacing terjadi setelah 6-8 bulan pascainfeksi. Cacing betina menjadi cacing dewasa dan menghasilkan microfilaria yang dapat ditemukan dalam darah. Kesempurnaan siklus hidup D. immitis terjadi ketika nyamuk lainnya menghisap microfilaria baru bersamaan dengan mengambil atau menghisap darah dari anjing penderita.

Patogenesa atau Perjalanan Penyakit
Pada kasus Canine Heartworm Disease dijumpai perubahan patologis yang cukup luas khususnya pada paru-paru dan arteri pulmonalis. Perubahan ini disebabkan oleh reaksi inang terhadap antigen D. immitis dan terhadap kejadian sekunder seperti trombosis. Tanda-tanda imflamasi menggambarkan keseluruhan respons inang terhadap lesi. Gejala utama peningkatan aliran darah ke tempat infeksi.
Pembengkakan dan kesakitan sebagai hasil aktivitas biologis berbagai system imflamasi yaitu system kaskade komplemen, jalur koagulasi bergantung faktor Hageman, aktivitas kinin, mediator kimia dari sel-sel mast dan basofil, produk metabolism asam arakhidonat serta kelebihan lemak. Aktivitas dan sekresi mediator-mediator ini menyebabkan perubahan permeabilitas pembuluh darah dan direkrutnya sel-sel sekreton yang berasal dari local dan sirkulasi untuk turut berpartisipasi dalam proses imflamasi.

Gejala Klinis
Banyak anjing dan karnivora yang terinfeksi D. immitis sering tidak memperlihatkan gejala klinik (subklinik), kecuali ditemukan adanya microfilaria dalam darah. Pada tahap awal (infeksi ringan) timbul gejala pernafasan lambat dan kelesuan.
Pada kasus berat muncul tanda-tanda gangguan sirkulasi akibat gangguan mekanik dan endarteritis progresif. Ednokarditis, thromboemboli dan demam dilaporkan terjadi pada kasus berat. Pada kasus dimana terdapat cacing dewasa dalam jumlah cukup banyak, penderita akan menunjukkan gangguan fungsi katup jantung terutama bila cacing berada di dalam atrium kanan, ventrikel kanan dan arteri pulmonalis ketiga bagian atas. Jantung kanan menderita dilatasi dan hipertrofi. Keadaan ini menyebabkan pembendungan vena disertai sirosis hati dan asites.

Kematian sering terjadi karena terjadinya emboli dan tromboemboli karena terdamparnya D. immitis dewasa yang mati pada daerah percabangan arteri pulmonalis. Cacing dewasa yang mati menginduksi perubahan arteri pulmonalis dalam waktu 3-6 minggu. Trombi, proliferasi villi yang ekstensif dan akibat respons terhadap inflamsi granulomatosa akan menghambat aliran darah ke lobus kaudalis paru-paru. Sindroma ini ditandai dengan adanya onset demam, dispnoea, takikardia, hipotensi, lemah, batuk atau hemoptisis.
Angka anemia pada anjing terinfeksi lebih tinggi (37%) dibandingkan anjing yang tidak terinfeksi (14 %) dan lebih banyak pada hewan dengan sindroma vena cava (91 %) dibandingkan dengan hewan “occult dirofilariasis “ (62,5 %) sedangkan onset anemia hemolitik dan hemoglobinuria adalah cirri dari sindroma vena cava.

Diagnosa
Secara klinis, gambaran infeksi D. immitis sangat bervariasi tergantung dari jumlah microfilaria yang bersikulasi dan jumlah cacing dewasa yang terdampar di dalam organ tubuh. Berdasarkan anamnesa dijumpai penurunan berat badan, lemah fisik, batuk spontan, akumulasi cairan subkutan, temperature badan yang tinggi dengan membran mukosa yang sianosis. Pada gambaran rontgen tampak adanya hipertrofi dan dilatasi jantung kanan, batuk spontan, peningkatan vaskularisasi daerah thoraks, pembendungan vena dengan asites. Microfilaria hanya mungkin ditemukan jika dilakukan pemeriksaan preparat ulas darah segar atau dengan pewarnaan khusus asam fosfatase yang diambil malam hari.
Untuk identifikasi microfilaria D. immitis dengan menggunakan Modified Knott’s Test (MKT). untuk serodiagnosa, suatu teknik immunoassay terhadap infeksi D. immitis yaitu DIRO-CHECH ® dan ELISA-Ag-Test yang telah diproduksi secara komersial. Kit ini untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi ringan atau infeksi “occult”.

Diagnosa Banding
D. immitis harus dibedakan dari cacing subkutan Dipetaloma reconditum yang memiliki panjang 260-280 mikron dan lebar 6-7 mikron, bentuk ujung kepala dan ekor yang tumpul dengan ekor “botton hooked”, bergerak maju ke depan. Selain itun dilaporkan juga sebagai diagnosa bandingnya adalah D. repens dan D. dracunculoides.

Pencegahan dan pengobatan
Pada umumnya tinggi rendahnya tingkat kesuksesan terapi pada kasus D. immitis pada anjing tergantung kepada tingkat keparahan. Kerusakan jaringan dimana D. immitis dewasa, hidup atau mati. Untuk pengobatan Thiacertasamida (preparat arsena) dengan dosis 0,2 ml/kg bb atau 2 mg/ kg bb terbagi atas 2 dosis diberikan secara intravena selama 2-3 hari. Enam minggu setelah terapi dengan preparat arsena dilanjutkan dengan eliminasi microfilaria menggunakan Levamizol HCl 10 mg/kg bb/hari selama 15 hari yang diberikan peroral. Dapat juga menggunakan ivermectin dosis maksimum 6 mg/kg bb dengan interval ulangan 30 hari ( pengunaan ivermectine ini tidak boleh untuk anjing coli). Bisa juga mengunakan anthelmintika jenis diethylcarbamazine citrate dengan dosis 3-5 mg/kg bb per oral.

Tindakan pencegahan dengan melakukan pengendalian vector nyamuk Anopheles dan Culex. Di Negara-negara 4 musim Diethylcarbamacin (DEC) dengan dosis 5 mg/kg bb/ hari diberikan kepada anjing-anjing anakan memasuki musim panas, dimana keterpaparan nyamuk cukup tinggi dan pengobatan dihentikan memasuki musim dingin.

Untuk kondisi Indonesia, tindakan pencegahan dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun, namun jarang dilakukan karena laporan kasus klinik yang sangat jarang.
Demikian sekilas tentang cacing jantung pada anjing semoga bermanfaat.

Judul: Mengenal Cacing Jantung Pada Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 6:44:00 PM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger