Custom Search
Home » » Penanganan Penyakit Parvovirus Pada Anjing

Penanganan Penyakit Parvovirus Pada Anjing

Written By Wulanto Burhan on Sunday, February 5, 2012 | 12:37:00 AM

Bagaimana Penanganan Penyakit Parvovirus Pada Anjing?


Penyakit Pada Anjing ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan kita harus berhati-hati karena dapat menyerang pada anjing kesayangan kita, untuk itu saya mencoba untuk mengenalkan penyakit Parvovirus kepada anda agar anjing kita dapat terhindar dari penyakit tersebut. Penyakit ini banyak menyerang pada anjing umur dibawah 12 minggu walaupun terkadang anjing dewasa. Mengapa? karena anjing umur < 12 minggu sedang mengalami masa pertumbuhan dengan adanya pembelahan sel-sel tubuh dan belum mempunyai kekebalan sempurna terhadap serangan penyakit, apalagi jika induk anjing tersebut tidak di vaksin sehingga anak anjing tidak memiliki maternal antibodi sebagai zat pelawan penyakit.

Apa Penyebab Penyakit Parvovirus...?
Penyakit ini disebabkan oleh virus Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2), merupakan virus DNA rantai tunggal, berukuran kecil, dan tidak berkapsul. Virus ini bereplikasi (berkembang-biak) pada sel-sel usus, sistem limfoid, sumsum tulang dan jaringan fetus. Virus dapat tetap bersifat infeksius di tanah yang terkontaminasi feses selama lebih dari 5 bulan pada kondisi yang sesuai. Dan yang lebih berbahaya bahwa virus ini tahan terhadap deterjen dan desinfektan.

Bagaimana Gejala Klinisnya...?
Penyakit ini dapat dikenali pada anjing dari Gejala Klinis yang timbul dan tergantung dari jumlah virus yang menginfeksi, faktor stres, umur dan ras anjing. Faktor umur merupakan yang paling dominan karena pada umur anjing < 12 minggu, sel-sel anjing sedang aktif membelah (mitosis) sedangkan virus tersebut menyukai sel-sel yang sedang membelah tersebut. Gejala penyakit klinis infeksi CPV-2 pada anak anjing yaitu diare cair atau diare berdarah, muntah secara berulang, dan anoreksia. Gejala klinis lainnya yaitu demam, kelemahan tubuh, limfopenia terutama neutropenia. Hewan juga mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, dan rasa sakit di bagian abdominal.
 
Bagaimana Patologinya..?
Terdapat dua bentuk Parvovirus, yaitu tipe enteritis dan tipe miokardial. Pada tipe enteritis, sampel segar dari jejunum, limfonodus mesenterika, dan timus sangatlah penting. Sedangkan pada tipe miokardial sampel yang penting adalah miokard.

Tipe Enteritis

Infeksi parvovirus tipe enteritis, sering juga disebut Canine parvovirus enteritis, infectious hemorrhagic enteritis, epidemic gastroenteritis atau canine panleucopenia. Perubahan patologi terjadi secara segmental berupa perubahan warna pada usus, kongesti dan perdarahan lapisan luar usus. Limfonodus mesenterika membesar disertai perdarahan. Timus pada hewan muda mengecil dan terjadi nekrosa pada bagian atas. Pada kasus yang berat, timus menjadi sangat tipis.

Tipe Miokardial

Tipe miokardial umum terjadi pada anjing muda, terutama anjing berumur di bawah 4 minggu, yang ditandai dengan kematian anak anjing mendadak, tanpa menimbulkan gejala klinis diare dan muntah. Gambaran patologi anatomi akibat CPV-2 pada tipe miokardial yaitu gagal jantung yang ditandai dengan dilatasi ruangan jantung, edema pulmonum, dan kongesti pasif pada hati. Kadangkala terdapat ascites. Pada ventrikel dapat ditemukan garis putih akibat kematian jaringan otot jantung. Ventrikel kanan biasanya mengalami kerusakan yang lebih parah).
Secara patologi anatomi, anak anjing yang mati mendadak tidak menunjukkan adanya kelainan yang berarti pada jantung, tetapi edema paru-paru sering tampak mulai dari derajat yang ringan hingga parah. Paru-paru sedikit mengeras, berwarna merah muda hingga abu-abu yang disertai dengan perdarahan hingga permukaaan pleura. Hati tampak agak pucat. Pada kasus yang kronis, jantung membesar dan biasanya mengandung jaringan fibrin, terutama di daerah ventrikel. Kelainan pada paru-paru terlihat adanya pneumonia interstisialis yang berarti adanya infeksi virus.

Bagaimana Penanganannya...?
Tingkat keberhasilan penanganan infeksi CPV bergantung pada seberapa lama infeksi telah berlangsung. Penanganan yang umumnya dilakukan dokter hewan adalah terapi suportif cairan/ infus, suntikan anti muntah seperti metoclopramide, dolasetron, ondasetron, dan prochlorperazine, dan suntikan antibiotik seperti cefoxitin, timentin, enrofloxacin dan metronidazole. 
Cairan infus diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang lewat muntah dan diare, dan diberikan lewat intravena. Banyaknya cairan yang dibutuhkan disesuiakan dengan berat tubuh, penurunan berat badan yang terjadi, dan tingkat dehidrasi anjing tersebut.

Bagaimana Mencegah Penyakit Parvovirus..?
Untuk mencegah penyakit ini adalah VAKSINASI (CPV2).

Demikian cara mengobati, menangani dan mencegah penyakit parvovirus pada anjing, semoga bermanfaat.

Related Post Penyakit Pada Anjing Lainnya:
Judul: Penanganan Penyakit Parvovirus Pada Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 12:37:00 AM
Share this article :

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger