Custom Search
Home » » Penyakit Coccidiosis atau berak darah Pada Anjing

Penyakit Coccidiosis atau berak darah Pada Anjing

Written By Wulanto Burhan on Friday, May 25, 2012 | 11:18:00 PM

Penyakit Coccidiosis atau berak darah merupakan penyakit radang usus halus dan sering menyerang anak anjing. Penyakit ini menunjukan gejala yang khas (patognomonis)yaitu diare berdarah pada anjing yang diserangnya. Gejala berak darah ini hampir mirip pada penyakit parvovirus pada anjing. Jika parvovirus merupakan virus sedangkan coccidiosis merupakan parasit, dan tentunya lebih mudah diobati dari pada parvovirus.
Umur anjing yang diserang lebih banyak pada Anak yaitu umur 1 sampai 8 bulan, sedangkan anjing yang lebih tua atau dewasa lebih tahan terhadap penyakit ini. Ketahanan ini erat kaitannya dengan kadar eusinofil dalam tubuh anjing, anak anjing memiliki kadar eusinofil yang lebih rendah dari anjing dewasa.

Tingkat keparahan penyakit berak darah ini tergantung dari banyak sedikitnya oocyt isospora yang tertelan oleh anak anjing. Walaupun anjing dewasa tahan terhadap coccidiosis, dia dapat menjadikan carrier (pembawa) parasit ini untuk ditularkan kepada anak anjing. Penyebab parasit ini dari golongan Isospora, yaitu Isospora canis dan Isospora bigemina. Parasit ini hidup dan berkembang biak pada usus halus.

Cara Penularan Coccidiosis
Cara penularan penyakit coccidiosis biasanya terjadi bila anak anjing menelan oocyt infektif yang mencemari makanan, minuman, kandang, alat lainnya yang tidak sengaja terjilat anak anjing tersebut. Oocyt akan masuk dalam perut dan akan menetap pada usus halus dan menyerang selaput lendir usus halus. Pada selaput usus oocyt akan tumbuh menjadi dewasa dan berkembang biak, kemudian akan menghasilkan oocyt kembali. Oocyt dari usus akan keluar bersama kotoran anjing. Di luar tubuh anjing oocyt akan berkembang menjadi oocyt infektif (mengalami sporulasi) tergantung dari cocok tidaknya kondisi lingkungan, temperatur dan kelembaban.

Gejala Klinis Yang Nampak Pada Coccidiosis
Gejala menciri pada anak anjing adalah berak lunak sampai encer berlendir, berdarah dari berwarna kecoklatan sampai kemerahan, nafsu makan berkurang, anjing depresi, lemah, lesu, pucat, anemia, dehidrasi dan bila diikuti infeksi sekunder akan terjadi demam. Gejala ini sering terlihat pada anak anjing dan anjing remaja.

Pencegahan dan pengobatan
Tindakan pencegahan terhadap penyakit ini adalah menjaga kebersihan kandang, kandang harus tetap bersih dan kering, kotoran anjing segera dibersihkan. Penempatan tempat makan dan minum anjing harus diletakkan pada tempat yang tidak mudah tercemar kotoran anjing. Jika terdapat anjing yang terinfeksi coccidiosis dikandang maka segera lakukan cuci hama dengan cara mencuci kandang dan peralatan dengan deterjen, kemudian lakukan pengkapuran pada kandang, biarkan beberapa hari lalu bilaslah dengan air bersih. Jika perlu lakukan pengoboran pada kandang dengan mengunakan kompor tikus agar oocyt mati terbunuh.

Pengobatan Coccidiosis Pada Anjing
Bila anjing mengalami diare berlendir serta encer dan berdarah segera lakukan pengobatan dengan pemberian preparat sulfa (sulfadiazine, sulfamonoqaline, sulfatrimetoprim dll), jika terjadi anemia maka berikan vitamin B12 dan Fe atau bisa juga mengunakan Hematopan, kemudian perlu dipertimbangkan untuk pemberian vitamin K guna menghentikan pendarahan, dan jika memang diperlukan pemberian infus LR dan Dextrouse via intravena untuk mengobati dehirasi dan menambah asupan energi. Pemantauan yang ketat terhadap perkembangan kondisi tubuh perlu dilakukan untuk rencana terapi lanjutan.
Demikian semoga bermanfaat


Judul: Penyakit Coccidiosis atau berak darah Pada Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 11:18:00 PM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger