Custom Search
Home » » Penyakit Paling Berbahaya Bagi Anjing

Penyakit Paling Berbahaya Bagi Anjing

Written By Wulanto Burhan on Wednesday, August 29, 2012 | 9:49:00 PM

Penyakit pada anjing banyak ragam dan jenisnya, namun dari sekian penyakit tersebut ada 5 penyakit yang paling berbahaya bagi anjing. Dikatakan berbahaya dikarenakan dapat menyebabkan tingkat keparahan yang tinggi pada anjing yang terserang penyakit tersebut dan memiliki potensi kematian yang besar pada anjing kita. Alasan lain adalah penyakit tersebut menyebakan penyakit yang akut dengan gejala klinis yang jelas, kemudian semua jenis, ras, umur anjing memiliki resiko tinggi tertular ataupun terinfeksi penyakit tersebut.
Jika kita mengukur tingkat keparahan penyakit bisa diibaratkat mengukur ringan, sedang, parah dan sangat parah. Tingkat keparahan penyakit yang ringan biasanya ditunjukkan dengan belum munculnya gejala penyakit atau tanda-tanda klinis dalam waktu dekat dari mulai terinfeksi sampai beberapa bulan kedepan, dan biasanya tingkat keparahan ini juga selalu dihubungkan dengan jumlah kuman, bakteri, virus, parasit atau zat lain yang menyebabkan penyakit, serta dihubungkan juga dengan tingkat kekebalan atau antibodi dari anjing tersebut. Semakin banyak jumlah bibit penyakit, kemudian rendahnya antibodi atau kekebalan tubuh secara otomatis akan menyebabkan tingkat keparahan penyakit yang sangat tinggi, namun jika jumlah bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh sedikit dan tingkat kekebalan tubuh optimal maka tingkat keparahan penyakit tersebut menjadi ringan dan anjing dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Kemudian pada  tingkatan kejadian penyakit yang sangat parah, biasanya terjadi karena tidak adanya antibodi didalam tubuh dan menyebabkan bibit penyakit berkembangbiak dengan cepat didalam tubuh serta merusak organ tubuh anjing yang terserang penyakit itu. Sehingganya kemungkinan tingkat kesembuhan menjadi sangat kecil. Ini terjadi pada anjing-anjing yang tidak pernah dilakukan vaksinasi atau vaksinasi tidak lengkap. Contoh kasus pada anjing yang terserang penyakit parvovirus dengan sejarah tanpa vaksinasi memiliki kemungkinan kematian sangat tinggi, hal ini disebabkan sel T didalam tubuh anjing yang menghasilkan Immunogloblulin tidak bekerja dengan cepat akibat tidak adanya sel memori pengahsil kekebalan dalam tubuh. Hal ini akan berbeda jika anjing tersebut pernah di lakukan vaksinasi pervovirus, sel memori didalam tubuh anjing akan mengingat virus parvo dan dengan cepat akan membentuk immunoglobulin spesifik sebagai zat kebal. Sehingga gejala klinis yang nampak hanyalah demam saja, dan pengobatan akan dengan mudah dilakukan dengan tingkat kesembuhan yang cepat.
Berdasarkan hal tersebut diatas, para ahli kesehatan hewan anjing dengan mempertimbangkan tingkat keparahan penyakit dan tingkat kematian penyakit yang tinggi akhirnya menyimpulkan dan membuat vaksin terhadap 5 penyakit anjing paling berbahaya tersebut. Penyakit penyakit paling berbahaya pada anjing tersebut biasa kita singkat dengan DHLR-P. 
DHLR-P merupakan singkatan dari Distemper, Hepatitis, Leptospira, Rabies dan Parvovirus.

Distemper merupakan penyakit pada anjing yang disebabkan oleh morbilivirus yang menyebabkan kekebalan tubuh anjing menurun, sehingga apabila ada penyakit lain yang menyertainya akan memperparah anjing tersebut. Gejala yang sering muncul adalah demam, radang konjungtiva pada mata anjing (konjungtivitis), rhinitis, batuk, diare, tidak mau makan (anoreksia), kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) dan penurunan berat badan pada anjing. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Penyakit Distemper Pada Anjing.

Hepatitis merupakan penyakit pada anjing yang disebabkan oleh adenovirus tipe anjing 1 (CAV-1) yang menyerang organ hati anjing dan organ lainnya. Gejala klinis biasanya ditunjukkan dengan sakit tenggorokan, batuk, anjing sering minum akibat rasa haus yang tinggi, anjing juga biasanya akan muntuh-muntah dan anjing juga akan mengalami diare atau berak encer berair, kadang-kadang juga terjadi pneumonia, gejala lain adalah adanya perubahan kornea mata anjing yang berawan dan berwarna biru akibat kerusakan hati, dan ginjal. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Hepatitis Pada Anjing.

Leptospira merupakan penyakit pada anjing yang disebabkan oleh bakteri leptospira sp yang menyebabkan kerusakan pada ginjal anjing. Ginjal merupakan organ penyaring darah kotor menjadi darah bersih dengan hasil sekresi yang dibuang adalah urine atau air seni anjing. Kerusakan ginjal akibat leptospira bisa terjadi nefritis intertitialis kronis, yang menyebabkan daerah intertitial ginjal membentuk jaringan parut dan fungsi ginjal menjadi menurun. Disamping itu gejala yang muncul adalah adanya ikterus (kekuningan) pada kulit ataupun mata akibat gagalnya fungsi hati pada anjing. Gejala yang lain adalah anjing mengalami muntah-muntah, tidak mau makan, lemah, terkadang timbul ascites akibat adanya hambatan peredaran darah pada ginjal sehingga cairan dalam darah keluar dari pembuluh darah menuju rongga perut ( pada kasus yang parah). Pada awal kejadian denyut nadi dan detak jantung akan sangat cepat kemudian dalam beberapa minggu akan menurun secara drastis di bawah ambang normal. Hal ini terjadi akibat dilatasi atau pembengkakkan jantung anjing sebagai manifestasi kerusakan ginjal yang dapat dihubungkan dengan timbulnya renin secara abnormal yg memunculkan angiotensin I dan Angiotensin II secara berlebih dalam peredaran darah. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Penyakit Leptospira pada Anjing.

Rabies merupakan penyakit pada anjing yang disebabkan oleh lyssa virus yang menyebabkan kerusakan susunan syaraf pusat. Penyakit rabies ini biasa juga disebut penyakit anjing gila, dan sangat menular kepada hewan lain. Hewan lain yang memliki resiko Rabies biasanya disebut HPR merupakan singkatan dari Hewan Penderita Rabies yang terdiri dari anjing, kucing dan kera. Gejala klinis yang muncul adalah adanya fobia terhadap sinar, air, tidak mengenali tuannya, hypersalivasi ( air liur keluar secara berlebihan), gangguan pernafasan, kejang-kejang dan kematian dalam waktu 14 hari. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Tanda-tanda Penyakit Rabies Pada Anjing.

Yang terakhir adalah penyakit Parvovirus, penyakit ini disebabkan oleh Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2) dengan tingkat keparahan yang tinggi terjadi pada anak anjing. Gejala klinis yang sering muncul pada penyakit parvo adalah diare cair atau diare berdarah, muntah secara berulang ( diare dan muntah merupakan gejala pathognomonis penyakit parvovirus), tidak mau makan atau anoreksia, demam, kelemahan tubuh, limfopenia terutama neutropenia. Anjing juga akan mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, dan rasa sakit di bagian perut atau abdominal. Pathognomonis artinya gejala yang menciri atau khas, sehingga jika anjing kita mengalami muntah, diare dan perut sakit pada saat kita sentuh atau dipegang maka ada kecenderungan mengarah ke panyakit parvovirus terutama pada anak anjing. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Penanganan Penyakit Parvovirus Pada Anjing.

Memang masih banyak penyakit pada anjing yang bisa menyebabkan kematian, namun potensi kejadian atau tingkat keseringan dan kerawanan terhadap lima penyakit tersebut diatas sangat besar pada setiap anjing dibanding penyakit anjing lainnya. Dengan berpatokan pada hal tersebut maka dibuatlah vaksin-vaksin terhadap penyakit distemper, hepatitis, leptospira, rabies dan parvovirus untuk melindungi anjing-anjing dari penyakit tersebut diatas serta menjaga kesehatan anjing di semua umur dan ras demi kelestarian anjing-anjing dimuka bumi ini.
Demikian, semoga berkenan dan menambah wawasan bagi kita semua. Bagi yang tidak sependapat mohon maaf yang sebesar-besarnya, wassalam....

Judul: Penyakit Paling Berbahaya Bagi Anjing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
Google Ditulis Oleh Wulanto Burhan

Admin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Mohon tidak melakukan copy paste pada artikel ini tanpa seijin dari kami. Blog ini terlindung oleh DMCA, bagi yang terlanjur melakukan copy paste dimohon untuk menyertakan link, jika tidak konten anda akan dihapus secara paksa.
Posted by: Wulanto Burhan
Penyakit Anjing, Updated at: 9:49:00 PM
Share this article :

4 komentar:

  1. Thanks for providing such a great article, it was excellent and very informative.
    as a first time visitor to your blog I am very impressed.
    I found a lot of informative stuff in your article. Keep it up. Thank you.

    ReplyDelete
  2. mau tanya. saya punya anak anjing yang berumur kira2 3bulan. anak anjing saya ini kesulitan makan dan bernafas. jika diberi makan dia mau saja tetapi saat menelan dia mengalami kesulitan. anehnya, dia kurang suka untuk minum. sehingga air liurnya keluar. itu yang dikatakan dokter hewannya. pertama anjing saya ini divonis kena cacingan tetapi setelah saya jelaskan dia mau makan lalu dokternya bilang bahwa anjing saya ini terkena virus. tapi sayangnya dokter ini tidak menjelaskan apa nama virusnya dan cara penanggulangannya. saya hanya disuruh untuk memberi makan anjing saya ini dengan madu/kuning telur. karena setelah 3 hari tidak ada perubahan saya bingung juga. kasihan melihat anjing saya ini kesusahan bernafas sampai terdengar seperti orang mendengkur dan kadang batuk. jika hanya diinfus saja itu cuma untuk membantunya agar tidak dehidrasi saja tetapi bagaimana dengan tenggorokannya yang sepertinya merupakan faktor utama penyebab anjing saya ini sakit. mohon bantuannya untuk penjelasan dan tindakan apa yang harus saya lakukan. trims

    ReplyDelete
  3. Pro : Ornela Muti
    Udah ke dokter hewan ya...? gejala yang anda sebutkan memang mengarah adanya gangguan di tenggorokan, namun untuk memastikannya apakah karena virus atau bakteri harus di uji dulu melalui laboratorium. Virus yang sering menyerang daerah tenggorokan/kerongkongan adalah parainfluenza virus dan adenovirus tipe 2.
    Sedangkan untuk bakteri yang hoby di daerah kerongkongan anjing adalah Bordetella Bronchiseptica. Bakteri dan virus lain juga mungkin bisa menginfeksi daerah tsb.
    Menurut saya, coba uji laboratorium untuk mengetahui apakah penyakit pada anjing anda disebabkan virus atau bakteri.
    Pada kebanyakan kasus, jika leukositnya (neutrofil)melebihi ambang batas normal maka dapat dipastikan bahwa anjing anda mengalami infeksi bakteri, namun jika neutrofilnya turun maka anjing anda diserang virus.
    Kemudian mengenai infuse itu ada 2 jenis, yaitu dektrosa dan Lactat Ringer. Dektrosa berguna untuk manganti nutrisi/energi/glukosa, sedangkan lactat ringer berguna untuk mengganti cairan tubuh akibat dehidrasi.
    Saran saya coba anda minta pada dokter hewan anda untuk uji darah melalui laboratorium.

    ReplyDelete

Google+ Followers

 
Support : Penyakit Anjing | DMCA PROTECTION
Copyright © 2013. Penyakit Anjing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger